GAGASAN
Pertumbuhan penduduk, peningkatan aktivitas ekonomi, dan ketidakefisienan dalam penggunaan listrik mengakibatkan terjadinya pertumbuhan konsumsi listrik. Berikut ini adalah tingkat pertumbuhan konsumsi listrik di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Gambar 1. Pertumbuhan konsumsi listrik
(Sumber: Surendro dalam Danareksa Research Institute 2008)
Pertumbuhan konsumsi listrik yang sangat besar membutuhkan ketersediaan pasokan yang besar juga. Apabila ketersediaan listrik tidak mampu mengimbangi kebutuhan akan listrik, maka berbagai kegiatan sehari-hari tidak dapat berjalan dengan optimal. Agar keseimbangan antara ketersediaan listrik dengan tingkat kebutuhan listrik dapat terjadi, perlu dilakukan penghematan listrik. Penghematan listrik dinilai sebagai salah satu solusi dalam mengatasi krisis kelistrikan yang terjadi di Indonesia (Sari 2010).
Penghematan listrik dapat dilakukan secara efektif apabila setiap individu sudah memiliki perilaku penghematan listrik. Ketika individu sudah mememiki kesadaran untuk melakukan penghematan listrik, maka jumlah konsumsi listrik dapat ditekan dan membantu mengatasi masalah krisis kelistrikan. Konsumsi listrik rumah tangga yang merupakan sektor terbesar kedua pemakai listrik pada tahun 2003 adalah 35.753,05 MW. Sedangkan kapasitas pembangkit listrik yang tersedia adalah 29.705 MW.
Salah satu penggunaan listrik rumah tangga adalah untuk keperluan mencuci pakaian. Setiap rumah tangga setiap hari pasti menggunakan listrik untuk keperluan mencuci. Salah satu upaya penghematan listrik individu yang dapat dilakukan yaitu dengan cara penghematan pencucian yaitu yaitu dengan jalan pemakaian Jeans. Jeans telah dikenal pemakaiannya dikalangan remaja secara luas. Hampir setiap remaja memiliki jeans. Jeans pada awalnya dirancang sebagai pakaian wajib untuk para buruh kasar yang bekerja di lapangan di kawasan Negara Amerika, teksturnya yang merupakan katun kasar yang terdiri dari serat-serat kasar berwarna putih dan biru, bahan ini memiliki kekuatan yang tangguh,awet dan dianggap sangat pas untuk medan di lapangan.
Perkembangan jeans pada setiap zaman berbeda-beda. Pada abad 18 sebagai perdagangan, tenaga kerja budak, dan kapas perkebunan meningkat, pekerja mengenakan kain jeans karena materi sangat kuat dan tidak mudah aus. Abad ke-19: jeans digunakan oleh para penambang emas dicalifornia, penambang emas ingin pakaian yang kuat dan tidak mudah robek. Pada tahun 1853, Leob Strauss memulai bisnis grosir, menyediakan pakaian. 1930-an: western koboi - yang sering mengenakan jeans di film-film-menjadi sangat populer. 1940-an: perang sedikit jeans dilakukan selama masa perang dunia 2, tapi mereka diperkenalkan kepada dunia oleh tentara Amerika, yang kadang-kadang memakai mereka ketika mereka sedang tidak bertugas. 1950-an: pemberontak denim menjadi populer dengan pada kalangan orang-orang muda. Beberapa sekolah di Amerika Serikat melarang siswa dari memakai denim. 1.960-70's: jeals menjadi simbol 'Barat dekadensi' dan sangat sulit untuk mendapatkan. 1980-an: designer jeans tahun 1980-an celana jins menjadi pakaian fashion yang tinggi, penjualan jeans semakin meningkat. 1990's: tahun-tahun ini pasar kaum muda tidak terlalu tertarik pada gaya jeans. Generasi terbaru pemberontak pemuda tertarik pada kain dan gaya celana kasual. 2000: produk baru telah diluncurkan di eropa dan diperkenalkan kepada pasar Amerika Serikat (Longhtom 2010).
Seiring dengan perjalannya waktu penggunaan dan popularitas jeans kini semakin meningkat. Jeans mulai digunakan oleh perancang Internasional. Kini mode jeans semakin bervareasi dengan berbagai gaya dan campuran warna sandwhesed dan modelnya pun terus berganti dari gaya baggi, boadcut, hingga model pensil yang kini sangat popular dikalangan anak muda. Warna jeans pun beraneka ragam tidak terbatas hanya pada warna biru.
Jeans sangat didisenangi pemakaiannya oleh semua kalangan usia. Dan pemakaian jeans dapat menghemat penggunaan listrik. Kebutuhan listrik salah satunya digunakan untuk mencuci. kebutuhan listrik untuk mencuci dihitung dengan asumsi penduduk Indonesia dalam masa usia produktif 70% dari jumlah penduduk total lebih kurang 230.000.000 jiwa sama dengan 161.000.000 jiwa. Jumlah penduduk yang dihitung adalah jumlah penuduk produktif karena merupakan jumlah terbanyak dari pada rentang usia lain, rentang usia tersebut senang menggunakan jeans. Diasumsikan juga warga usia produktif merupakan satu keluarga dalam satu rumah yang terdiri dari 4 orang yang keseluruhannya menggunakan pakaian berbahan jeans, jadi terdapat keluarga yang menghuni rumah sebanyak 161.000.000/4 sama dengan 40.025.000 KK. Penghematan pada pencucian pakaian berbahan jeans hanya 2 kali dalam sebulan, 1 kali per 2 minggu pencucian pakaian. Penggunaan mesin cuci daya 300 watt, dan perputaran dalam 1kali cuci selama 15 menit, mengakibatkan dalam 1 bulan hanya 30 menit penggunaan mesin cuci untuk pencucian jeans. Dengan harga dasar listrik/kwh tahun 2003 dengan tarif daya 900 VA untuk golongan R-1 adalah Rp. 530,00 perkwh. Berdasarkan data-data tersebut besarnya biaya yang. Jadi dengan adanya penghematan terhadap pencucian jeans pada skala RT, biaya penghematan yang dapat dihemat untuk pengeluaran listrik sebesar Rp. 20.682.918.700,00 perbulan atau 248.195.000.000,00 pertahun. Penghematan listrik mencapai 60,375 MW perbulan, jika dikalkulasikan pertahun penghematan mencapai 724,5 MW.

Gambar 2. Blue jeans
(Sumber: www.britannica.com)
Pemakaian untuk keperluan penghematan listrik dilakukan dengan craa mencuci celana jeans selama 2 minggu satu kali. Media jeans dipilih karena hanya jeans yang dapat bertahan tidak dicuci lebih lama atau sama dengan 2 minggu. Jeans memiliki kesan kumuh, busuk atau kotor terlihat semakin keren apabila jeans semakin kotor. Denim adalah merupakan bahan yang unik yang menggunakan pewarna alami yaitu nila. Sebagai pewarna nila memiliki sifat awet dan tidak mudah pudar sehingga menjadikan pilihan yang baik
meskipun tidak dicuci. Selain itu kesan vintage yang melekat pada jeans membuat jeans semakin lama dan kotor semakin tampak bagus. Bahan selain jeans jika tidak dicuci lebih dari atau sama dengan 2 minggu maka celana tersebut akan tampak jelas terlihat lecek dan kumal.
Waktu 2 minggu merupakan waktu yangpanjang untuk menumbuhkan bakteri dalam celana. Pencegahan terhadapa hal tersebut dilakukan dengan craa mencuci Jeans yang tidak dicuci selama 2 minggu menggunakan bleaching atau menggunakan detergen antibakteri. Saat ini ada beberapa detergen yang sudah menyediakan produk detergen anti bakteri sehingga tidak perlu khawatir dengan penyakit yang akan ditimbulkan apabila memakai jeans yang tidak dicuci selama 2 minggu. Selain mencuci jeans dengan detergen anti bakteri cara lain yang dapat dilakukan untuk menghilangkan bakteri pada jeans agar layak pakai adalah dengan cara merendamnya dengan bleacing. Bleach adalah bahan kimia yang menghilangkan warna atau whitens, seringkali melalui oksidasi. Bahan kimia yang biasa digunakan untuk pemutih rumah tangga meliputi larutan sekitar 3-6% sodium hipoklorit (NaClO), dan oksigen pemutih. Bleaching powder adalah kalsium hipoklorit. Banyak pemutih memiliki sifat bakterisida yang kuat, dan digunakan untuk desinfeksi dan sterilisasi.
meskipun tidak dicuci. Selain itu kesan vintage yang melekat pada jeans membuat jeans semakin lama dan kotor semakin tampak bagus. Bahan selain jeans jika tidak dicuci lebih dari atau sama dengan 2 minggu maka celana tersebut akan tampak jelas terlihat lecek dan kumal.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar